Membuat dan menjalankan aplikasi Anda

Untuk melihat tampilan dan perilaku aplikasi di perangkat, Anda harus mem-build dan menjalankannya. Android Studio menyiapkan project baru sehingga Anda dapat men-deploy aplikasi ke perangkat virtual atau fisik hanya dengan beberapa klik.

Ringkasan ini berfokus pada cara menggunakan Android Studio untuk mem-build dan menjalankan aplikasi untuk pengujian dan proses debug. Untuk mengetahui cara menggunakan Android Studio guna mem-build aplikasi sehingga dapat dirilis kepada pengguna, lihat Mem-build aplikasi untuk dirilis kepada pengguna. Untuk mengetehaui informasi lebih mendetail tentang cara mengelola dan menyesuaikan build dengan atau tanpa Android Studio, lihat Mengonfigurasi build.

Build dan run dasar

Untuk mem-build dan menjalankan aplikasi, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Di toolbar, pilih aplikasi Anda dari menu konfigurasi run.
  2. Pada menu perangkat target, pilih perangkat tempat Anda ingin menjalankan aplikasi.

    Menu perangkat target.

    Jika tidak memiliki perangkat yang dikonfigurasi, Anda harus membuat Perangkat Virtual Android untuk menggunakan Android Emulator atau menghubungkan perangkat fisik.

  3. Klik Run .

Android Studio memberikan peringatan jika Anda mencoba meluncurkan project ke perangkat yang memiliki error atau peringatan terkait. Perubahan ikonografi dan gaya membedakan antara error (pilihan perangkat yang menyebabkan konfigurasi rusak) dan peringatan (pilihan perangkat yang dapat mengakibatkan perilaku tidak terduga, tetapi masih dapat dijalankan).

Memantau proses build

Untuk melihat detail proses build, pilih View > Tool Windows > Build atau klik Build di kolom jendela alat. Jendela alat Build akan menampilkan tugas-tugas yang dijalankan Gradle untuk mem-build aplikasi Anda, seperti yang ditunjukkan pada gambar 1.

Gambar 1. Jendela output Build di Android Studio
  1. Tab Sync: Menampilkan tugas-tugas yang dijalankan Gradle untuk menyinkronkan dengan file project Anda. Mirip dengan tab Build Output, jika Anda mengalami error sinkronisasi, pilih elemen pada hierarki untuk menemukan informasi selengkapnya tentang error tersebut.
  2. Tab Build Output: Menampilkan tugas-tugas yang dijalankan Gradle sebagai sebuah hierarki, dengan setiap node mewakili fase build atau sekelompok dependensi tugas. Jika Anda menerima error selama waktu build atau waktu kompilasi, periksa hierarki dan pilih sebuah elemen untuk membaca output error-nya, seperti yang ditunjukkan pada gambar 2.
    Gambar 2. Periksa jendela Build Output untuk melihat pesan error
  3. Tab Build Analyzer: Memberikan informasi analisis performa build tentang build Anda. Lihat Memecahkan masalah performa build dengan Build Analyzer untuk mengetahui informasi selengkapnya.
  4. Restart: Melakukan tindakan yang sama seperti memilih Build > Make Project sehingga menghasilkan file build perantara untuk semua modul dalam project Anda.
  5. Filters: Memfilter peringatan, tugas, ataupun keduanya yang berhasil diselesaikan. Fitur ini dapat memudahkan Anda menemukan masalah di output.

Jika varian build Anda menggunakan ragam produk, Gradle juga memanggil tugas untuk mem-build ragam produk tersebut. Untuk melihat daftar semua tugas build yang tersedia, klik View > Tool Windows > Gradle atau klik Gradle, pada kolom jendela alat.

Jika terjadi error selama proses build, Gradle dapat merekomendasikan, opsi command line untuk membantu Anda menyelesaikan masalah, seperti, --stacktrace atau --debug. Untuk menggunakan opsi command line, dengan proses build Anda:

  1. Buka dialog Settings atau Preferences:
    • Pada Windows atau Linux, pilih File > Settings dari panel menu.
    • Pada macOS, pilih Android Studio > Preferences dari panel menu.
  2. Arahkan ke Build, Execution, Deployment > Compiler.
  3. Dalam kolom teks di samping Command-line Options, masukkan opsi command line Anda.
  4. Klik OK untuk menyimpan dan keluar.

Gradle menerapkan opsi command line ini saat berikutnya Anda mencoba mem-build aplikasi.

Fitur build dan run lanjutan

Cara default untuk mem-build dan menjalankan aplikasi di Android Studio harus memadai untuk pengujian aplikasi sederhana. Namun, Anda dapat menggunakan fitur build dan run ini untuk kasus penggunaan lanjutan:

  • Untuk men-deploy aplikasi dalam mode debug, klik Debug . Menjalankan aplikasi dalam mode debug memungkinkan Anda untuk menyetel titik henti sementara dalam kode, memeriksa variabel dan mengevaluasi ekspresi saat run-time, serta menjalankan alat debug. Untuk mempelajari lebih lanjut, lihat Mendebug aplikasi Anda.

  • Jika memiliki aplikasi yang lebih besar dan lebih kompleks, Anda harus menggunakan Apply Changes, bukan mengklik Run . Cara ini akan menghemat waktu karena Anda menghindari memulai ulang aplikasi setiap kali ingin men-deploy perubahan. Untuk mengetahui informasi selengkapnya tentang Apply Changes, lihat bagian Men-deploy secara bertahap dengan Apply Changes.

  • Jika Anda menggunakan Jetpack Compose, Edit Live adalah fitur eksperimental yang memungkinkan Anda mengupdate composable secara real time tanpa harus mengklik kembali Run . Cara ini memungkinkan Anda berfokus pada penulisan kode UI dengan sedikit gangguan. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, lihat bagian Edit Live (eksperimental).

  • Jika memiliki aplikasi dengan beberapa varian build atau versi, Anda dapat menggunakan jendela alat Build Variants untuk memilih varian build yang akan di-deploy. Untuk mengetahui informasi selengkapnya tentang cara menjalankan varian build tertentu, lihat bagian Mengubah varian build.

  • Untuk menyesuaikan opsi penginstalan, peluncuran, dan pengujian aplikasi, Anda dapat mengubah konfigurasi run/debug. Untuk mengetahui informasi selengkapnya tentang cara membuat konfigurasi run/debug kustom, lihat bagian Membuat konfigurasi run/debug.

  • Sebaiknya gunakan Android Studio untuk kebutuhan pengembangan, tetapi Anda juga dapat men-deploy aplikasi ke perangkat virtual atau fisik dari command line. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, lihat Mem-build aplikasi dari command line.

Men-deploy secara bertahap dengan Apply Changes

Di Android Studio 3.5 dan yang lebih tinggi, Apply Changes memungkinkan Anda mengirim perubahan kode dan resource ke aplikasi yang sedang berjalan tanpa memulai ulang aplikasi—dan, dalam beberapa kasus, tanpa memulai ulang aktivitas saat ini. Fleksibilitas ini membantu mengontrol seberapa sering aplikasi dimulai ulang saat Anda ingin men-deploy dan menguji perubahan kecil dan inkremental sambil mempertahankan status perangkat saat ini.

Apply Changes menggunakan kemampuan pada implementasi Android JVMTI yang didukung pada perangkat yang menjalankan Android 8.0 (API level 26) atau versi lebih tinggi. Untuk mempelajari lebih lanjut cara kerja Apply Changes, lihat Android Studio Project Marble: Apply Changes.

Persyaratan

Tindakan Apply Changes hanya tersedia setelah Anda memenuhi ketentuan berikut:

  • Anda mem-build APK aplikasi menggunakan varian build debug.
  • Anda men-deploy aplikasi ke perangkat target atau emulator yang menjalankan Android 8.0 (API level 26) atau yang lebih tinggi.

Menggunakan Apply Changes

Gunakan opsi berikut saat Anda ingin men-deploy perubahan ke perangkat yang kompatibel:

Apply Changes and Restart Activity Ikon Apply Changes and Restart Activity: Berupaya menerapkan perubahan kode dan resource Anda dengan memulai ulang aktivitas, tetapi tanpa memulai ulang aplikasi. Umumnya, Anda dapat menggunakan opsi ini setelah mengubah kode di bagian isi suatu metode atau mengubah resource yang ada.

Anda juga dapat melakukan tindakan ini dengan menekan Control+Alt+F10 (Control+Command+Shift+R di macOS).

Apply Code Changes Ikon Apply Code Changes : Berupaya menerapkan perubahan kode saja tanpa memulai ulang apa pun. Umumnya, Anda dapat menggunakan opsi ini setelah mengubah kode di bagian isi suatu metode, tetapi belum mengubah resource apa pun. Jika Anda telah mengubah kode dan resource, gunakan Apply Changes and Restart Activity.

Anda juga dapat melakukan tindakan ini dengan menekan Control+F10 (Control+Command+R di macOS).

Run : Men-deploy semua perubahan dan memulai ulang aplikasi. Gunakan opsi ini jika perubahan yang dibuat tidak dapat diterapkan menggunakan salah satu opsi Apply Changes. Untuk mempelajari lebih lanjut jenis perubahan yang memerlukan tindakan mulai ulang aplikasi, lihat bagian Limitation of Apply Changes.

Mengaktifkan penggantian Run untuk Apply Changes

Saat Anda mengklik Apply Changes and Restart Activity atau Apply Code Changes, Android Studio akan mem-build APK baru dan menentukan apakah perubahan dapat diterapkan ataukah tidak. Jika perubahan tidak dapat diterapkan dan akan mengakibatkan Apply Changes gagal, Android Studio akan meminta Anda untuk melakukan Run Ikon Run pada aplikasi Anda lagi.

Jika tidak ingin diminta setiap kali hal ini terjadi, Anda dapat mengonfigurasi Android Studio untuk otomatis menjalankan ulang aplikasi saat perubahan tidak dapat diterapkan. Untuk mengaktifkan perilaku ini, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Buka dialog Settings atau Preferences:

    • Pada Windows atau Linux, pilih File > Settings dari menu.
    • Pada macOS, pilih Android Studio > Preferences dari menu.
  2. Arahkan ke Build, Execution, Deployment > Deployment.

  3. Pilih kotak centang untuk mengaktifkan penggantian run otomatis untuk salah satu atau kedua tindakan Apply Changes.

  4. Klik OK.

Perubahan yang bergantung pada platform

Beberapa fitur Terapkan Perubahan bergantung pada versi platform Android tertentu. Untuk menerapkan jenis perubahan ini, aplikasi harus di-deploy ke perangkat yang menjalankan versi Android tersebut (atau yang lebih tinggi). Misalnya, penambahan metode memerlukan Android 11 atau versi lebih tinggi.

Batasan Apply Changes

Apply Changes dirancang untuk mempercepat proses deployment aplikasi. Namun, ada sejumlah batasan terkait kapan Apply Changes dapat digunakan.

Perubahan kode yang memerlukan mulai ulang aplikasi

Beberapa perubahan kode dan resource tidak dapat diterapkan hingga aplikasi dimulai ulang, termasuk yang berikut ini:

  • Menambahkan atau menghapus kolom
  • Menghapus metode
  • Mengubah tanda tangan metode
  • Mengubah pengubah metode atau class
  • Mengubah pewarisan class
  • Mengubah nilai dalam enum
  • Menambahkan atau menghapus resource
  • Mengubah manifes aplikasi
  • Mengubah library native (file SO)
Library dan plugin

Beberapa library dan plugin otomatis membuat perubahan pada file manifes aplikasi Anda atau pada resource yang direferensikan pada manifes. Update otomatis ini dapat mengganggu Apply Changes dengan beberapa cara berikut:

  • Jika library atau plugin membuat perubahan pada manifes aplikasi, Anda tidak dapat menggunakan Apply Changes. Anda harus memulai ulang aplikasi untuk melihat perubahan.
  • Jika library atau plugin membuat perubahan pada file resource aplikasi, Anda tidak dapat menggunakan Apply Code Changes Ikon Apply Code Changes. Anda harus menggunakan Apply Changes and Restart Activity Ikon Apply Changes and Restart Activity (atau memulai ulang aplikasi) untuk melihat perubahan.

Untuk menghindari pembatasan ini, nonaktifkan semua update otomatis untuk varian build debug.

Misalnya, Firebase Crashlytics memperbarui resource aplikasi dengan ID build unik selama setiap build sehingga mencegah Anda menggunakan Apply Code Changes Ikon Apply Code Changes dan mengharuskan Anda memulai ulang aktivitas aplikasi untuk melihat perubahan. Nonaktifkan perilaku ini agar Anda dapat menggunakan Apply Code Changes bersama Crashlytics dengan build debug.

Kode yang secara langsung merujuk konten dalam APK yang terinstal

Jika kode Anda secara langsung merujuk konten dari APK aplikasi yang terinstal di perangkat, kode tersebut dapat menyebabkan error atau tidak berfungsi setelah mengklik Apply Code Changes Ikon Apply Code Changes. Perilaku ini terjadi karena ketika Anda mengklik Apply Code Changes, maka APK dasar pada perangkat akan diganti selama penginstalan. Dalam hal ini, Anda dapat mengklik Apply Changes and Restart Activity Ikon Apply Changes and Restart Activity atau Run Ikon Run sebagai gantinya.

Jika Anda mengalami masalah lain saat menggunakan Apply Changes, laporkan bug.

Edit Live (eksperimental)

Edit Live adalah fitur eksperimental di rilis terbatas Android Studio Flamingo yang memungkinkan Anda mengupdate composable di emulator dan perangkat fisik secara real time. Fungsi ini meminimalkan pengalihan konteks antara penulisan dan pembuatan aplikasi sehingga Anda dapat berfokus pada penulisan kode lebih lama tanpa gangguan.

Edit Live memiliki dua mode:

  • Manual: Perubahan kode diterapkan saat disimpan secara manual menggunakan Control+S (Command+S untuk macOS).
  • Otomatis. Perubahan diterapkan di perangkat atau emulator saat Anda mengupdate fungsi composable.

Edit Live berfokus pada perubahan kode terkait UI dan UX. Edit Live tidak mendukung perubahan seperti pembaruan tanda tangan metode, penambahan metode baru, atau perubahan hierarki class. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, lihat daftar Batasan Edit Live.

Fitur ini bukan pengganti untuk mem-build dan menjalankan aplikasi atau untuk Apply Changes. Sebaliknya, fitur ini dirancang untuk mengoptimalkan alur kerja Anda saat mem-build, men-deploy, dan melakukan iterasi untuk mengembangkan UI Compose.

Alur kerja praktik terbaik adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan aplikasi agar dapat dijalankan.
  2. Edit Live sebanyak mungkin sampai Anda perlu melakukan perubahan yang tidak didukung Edit Live, misalnya menambahkan metode baru saat aplikasi berjalan.
  3. Setelah melakukan perubahan yang tidak didukung, klik Run Ikon Run untuk memulai ulang aplikasi Anda dan melanjutkan Edit Live.

Gif menggunakan Edit Live dengan
perangkat

Gambar 3. Dalam mode otomatis, setiap kali Anda melakukan pengeditan yang didukung oleh Edit Live, aplikasi yang berjalan di perangkat atau emulator akan diupdate secara real time.

Mulai menggunakan Edit Live

Untuk memulai, ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat Aktivitas Compose kosong, mengaktifkan Edit Live untuk project Anda, dan membuat perubahan dengan Edit Live.

Menyiapkan project baru
  1. Sebelum memulai, pastikan Anda telah menginstal Android Studio Flamingo versi canary terbaru dan API level dari perangkat fisik atau emulator minimal harus versi 30.

  2. Buka Android Studio lalu pilih New Project pada dialog Welcome to Android Studio. Jika sudah membuka project, Anda dapat membuat yang baru dengan membuka File > New > New Project.

  3. Pilih template Empty Compose Activity untuk Phone and Tablet, lalu klik Next.

    Pilihan template di Android Studio Gambar 4. Template yang dapat Anda pilih. Untuk Edit Live, pilih Empty Compose Activity.

  4. Isi dialog New Project dengan informasi yang diperlukan: nama, nama paket, lokasi penyimpanan, bahasa (ditetapkan ke Kotlin), dan SDK minimum.

    Contoh setelan project dari Langkah 4 yang dimasukkan di AS Gambar 5. Contoh setelan project.

  5. Klik Finish.

Mengaktifkan Edit Live
  1. Buka setelan untuk mengaktifkan Edit Live.

    • Pada Windows atau Linux, buka File > Settings > Editor > Live Edit.
    • Pada macOS, buka Android Studio > Preferences > Editor > Live Edit.
  2. Pilih opsi Live Edit dan mode yang ingin dijalankan dari setelan.

    Dalam mode manual, perubahan kode akan diterapkan setiap kali Anda menyimpan secara manual, menggunakan Control+S (Command+ di macOS). Dalam mode otomatis, perubahan kode Anda akan diterapkan di perangkat atau emulator saat Anda melakukan perubahan.

    UI kotak centang Edit Live di setelan Android Studio Gambar 6. Setelan Edit Live.

  3. Di editor, buka file MainActivity, yang merupakan titik entri aplikasi Anda.

  4. Klik Run Tombol UI untuk men-deploy aplikasi Anda, lalu klik Split di kanan atas editor untuk membuka pratinjau.

  5. Setelah Anda mengaktifkan Edit Live, tanda centang hijau Edit Live akan muncul di kanan atas editor:

    UI tanda centang hijau Edit Live

Membuat dan meninjau perubahan

Saat Anda membuat perubahan yang didukung di editor, pratinjau akan otomatis diperbarui.

Misalnya, edit metode Greeting yang ada di MainActivity menjadi berikut:

@Composable
fun Greeting(name: String) {
    Text(text = "Hello $name!",
        Modifier.padding(80.dp) // Outer padding; outside background
            .background(color = Color.Cyan) // Solid element background color
            .padding(16.dp) // Inner padding; inside background, around text)
    )
}

Perubahan Anda akan muncul seketika dalam pratinjau, seperti yang ditunjukkan pada gambar 7.

Perubahan pada metode Salam diterapkan di perangkat

Gambar 7. Pratinjau yang menampilkan perubahan Edit Live pada metode Greeting.

Memecahkan masalah Edit Live

Jika Anda tidak melihat hasil edit di panel pratinjau, Android Studio mungkin gagal memperbarui hasil edit. Periksa apakah indikator UI Live Edit menampilkan ikon dijeda, seperti yang ditunjukkan pada gambar 8, yang menunjukkan error kompilasi. Untuk mengetahui informasi tentang error dan saran cara mengatasinya, klik indikator error.

UI status Edit Live

Gambar 8. Indikator status Edit Live.

Batasan Edit Live

Berikut adalah daftar batasan saat ini.

  • Edit Live mungkin tidak mendukung penanganan dan pelaporan error dengan Compose 1.2.0 atau versi lebih rendah. Gunakan Compose 1.3.0 atau versi lebih tinggi untuk mendapatkan pengalaman optimal.
  • Edit Live memerlukan perangkat fisik atau emulator yang menjalankan API level 30 atau yang lebih tinggi.
  • Edit Live hanya mendukung pengeditan isi fungsi, yang berarti Anda tidak dapat mengubah nama fungsi atau tanda tangan, menambahkan atau menghapus fungsi, atau mengubah kolom non-fungsi.
  • Class yang dimodifikasi dengan Edit Live mungkin menimbulkan beberapa masalah performa. Jalankan aplikasi dan gunakan clean build rilis jika Anda mengevaluasi performanya.
  • Anda harus menjalankan Run penuh agar debugger dapat beroperasi pada class yang telah Anda ubah dengan Edit Live.
  • Aplikasi yang berjalan mungkin error saat Anda mengeditnya dengan Edit Live. Jika ini terjadi, Anda dapat men-deploy ulang aplikasi dengan tombol Run Tombol UI.
  • Edit Live tidak melakukan manipulasi bytecode apa pun yang ditentukan dalam file build project, misalnya manipulasi bytecode yang akan diterapkan saat project dibuat menggunakan opsi dalam menu Build atau dengan mengklik tombol Build atau Run.
  • Fungsi Non-Composable diupdate secara langsung pada perangkat atau emulator dan rekomposisi penuh dipicu. Rekomposisi penuh mungkin tidak memanggil fungsi yang diupdate. Untuk fungsi non-composable, Anda harus memicu fungsi yang baru diupdate atau menjalankan lagi aplikasi.
  • Edit Live tidak dilanjutkan saat aplikasi dimulai ulang. Anda harus menjalankan aplikasi lagi.
  • Jika project Anda menggunakan Compose versi 1.2 atau yang lebih tinggi, hanya perubahan kode pertama yang dibuat pada file tertentu yang akan mereset komposisi. Pengeditan berikutnya yang dilakukan pada file tersebut tidak mereset komposisi.
  • Edit Live hanya mendukung proses yang dapat di-debug.

Pertanyaan umum (FAQ) tentang Edit Live

  • Apa status Edit Live saat ini?
    • Edit Live tersedia di saluran canary Android Studio Flamingo sebagai fitur eksperimental. Untuk mengaktifkan atau menonaktifkannya, buka File > Settings > Editor > Live Edit (Android Studio > Preferences > Editor > Live Edit di macOS).
  • Kapan saya harus menggunakan Edit Live?
    • Gunakan Edit Live jika Anda ingin segera melihat efek update pada elemen UX (seperti update pengubah dan animasi) di keseluruhan pengalaman aplikasi.
  • Kapan sebaiknya saya menghindari penggunaan Edit Live?
    • Edit Live saat ini berfokus pada perubahan kode terkait UI dan UX. Metode ini tidak mendukung perubahan seperti pembaruan tanda tangan metode, penambahan metode baru, atau perubahan hierarki class. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, lihat Batasan Edit Live.
  • Kapan saya harus menggunakan Pratinjau Compose?
    • Gunakan Pratinjau Compose saat Anda mengembangkan composable individu. Pratinjau memvisualisasikan elemen Compose dan otomatis memuat ulang untuk menampilkan efek perubahan kode. Pratinjau juga mendukung tampilan elemen UI dalam berbagai konfigurasi dan status, seperti mode gelap, lokalitas, dan skala font.

Mengubah varian build

Secara default, Android Studio akan mem-build versi debug aplikasi Anda saat Anda mengklik Run Tombol UI. Versi ini hanya untuk digunakan selama pengembangan.

Untuk mengubah varian build yang digunakan Android Studio, lakukan salah satu hal berikut:

  • Pilih Build > Select Build Variant di menu.
  • Pilih View > Tool Windows > Build Variants di menu.
  • Klik tab Build Variants di kolom jendela alat.

Untuk project tanpa kode native/C++, panel Build Variants memiliki dua kolom: Module dan Active Build Variant. Nilai Active Build Variant untuk modul menentukan varian build mana yang akan di-deploy IDE ke perangkat terhubung Anda dan terlihat di editor.

Gambar 9. Panel Build Variants memiliki dua kolom untuk project yang tidak memiliki kode native/C++.

Untuk beralih antarvarian, klik sel Active Build Variant untuk modul lalu pilih varian yang diinginkan dari daftar.

Untuk project dengan kode native/C++, panel Build Variants memiliki tiga kolom:

  • Module
  • Active Build Variant
  • Active ABI

Nilai Active Build Variant untuk modul menentukan varian build mana yang akan di-deploy oleh IDE ke perangkat terhubung Anda dan terlihat di editor. Untuk modul native, nilai Active ABI akan menentukan ABI yang digunakan oleh editor, tetapi tidak memengaruhi varian build yang di-deploy.

Gambar 10. Panel Build Variants menambahkan kolom Active ABI untuk project dengan kode native/C++

Untuk mengubah varian build atau ABI, klik sel untuk kolom Active Build Variant atau Active ABI lalu pilih varian atau ABI yang diinginkan dari daftar. Setelah Anda mengubah pilihan, IDE akan menyinkronkan project Anda secara otomatis. Mengubah kolom untuk aplikasi maupun modul library akan menerapkan perubahan untuk semua baris dependen.

Secara default, project baru disiapkan dengan dua varian build: varian debug dan varian rilis. Anda harus membuat varian rilis guna menyiapkan aplikasi Anda untuk rilis publik. Untuk menentukan variasi lain aplikasi dengan fitur atau persyaratan perangkat yang berbeda, Anda dapat menentukan varian build tambahan.

Konflik dalam dialog Varian Build Android Studio

Dalam dialog Varian Build Android Studio, Anda mungkin melihat pesan error yang menunjukkan konflik antara varian build, seperti berikut:

Jendela Varian Build yang menampilkan error konflik varian

Error ini tidak menunjukkan masalah build dengan Gradle. Hal ini menunjukkan bahwa Android Studio IDE tidak dapat menyelesaikan simbol di antara varian dari modul yang dipilih.

Misalnya, jika Anda memiliki modul M1 yang bergantung pada varian v1 dari modul M2, tetapi M2 telah memilih varian v2 di IDE, Anda akan memiliki simbol yang belum terselesaikan di IDE. Misalkan M1 bergantung pada class yang hanya tersedia di v1; saat v2 dipilih, class tersebut tidak akan diketahui oleh IDE. Oleh karena itu, kode ini gagal menyelesaikan nama class dan menampilkan error dalam kode modul M1.

Pesan error ini muncul karena IDE tidak dapat memuat kode untuk beberapa varian secara bersamaan. Namun, dalam build aplikasi Anda, varian yang dipilih dalam dialog ini tidak akan berpengaruh karena Gradle mem-build aplikasi Anda dengan kode sumber yang ditentukan dalam urutan langkah build Gradle, bukan berdasarkan apa yang saat ini dimuat di IDE.

Mengubah konfigurasi run/debug

Saat Anda menjalankan aplikasi untuk pertama kalinya, Android Studio akan menggunakan konfigurasi run default. Konfigurasi run menentukan apakah aplikasi akan di-deploy dari APK atau Android App Bundle serta modul yang akan dijalankan, paket yang akan di-deploy, aktivitas yang akan dimulai, perangkat target, setelan emulator, opsi Logcat, dan banyak lagi.

Konfigurasi run/debug default akan membuat APK, meluncurkan aktivitas project default, dan menggunakan dialog Select Deployment Target untuk pemilihan perangkat target. Jika setelan default ini tidak sesuai dengan project atau modul Anda, Anda dapat menyesuaikan konfigurasi Run/Debug, atau membuat konfigurasi baru pada tingkat project, default, dan modul.

Untuk mengedit konfigurasi run/debug, pilih Run > Edit Configurations. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, lihat Membuat dan mengedit konfigurasi run/debug.