Google berkomitmen untuk mendorong terwujudnya keadilan ras bagi komunitas Kulit Hitam. Lihat caranya.

Menambahkan modul untuk perangkat baru

Modul menyediakan container untuk kode sumber aplikasi, file resource, dan setelan level aplikasi, seperti file build level modul dan file manifes Android. Setiap modul dapat dibuat, diuji, dan di-debug secara independen.

Android Studio menggunakan modul untuk mempermudah penambahan perangkat baru ke project. Dengan mengikuti beberapa langkah mudah di Android Studio, Anda dapat membuat modul untuk menampung kode khusus jenis perangkat tertentu, misalnya Wear OS atau Android TV. Android Studio otomatis membuat direktori modul, seperti direktori sumber dan resource, serta file build.gradle default yang sesuai untuk jenis perangkat. Android Studio juga membuat modul perangkat beserta konfigurasi build yang direkomendasikan, seperti menggunakan library Leanback untuk modul Android TV.

Halaman ini menjelaskan cara menambahkan modul baru untuk perangkat tertentu.

Android Studio juga mempermudah penambahan library atau modul Google Cloud ke project. Untuk detail tentang pembuatan modul library, lihat Membuat Modul Library.

Membuat modul baru

Untuk menambahkan modul baru ke project di perangkat baru, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Klik File > New > New Module.
  2. Di jendela Create New Module yang muncul, Android Studio menawarkan modul perangkat berikut:
    • Modul Ponsel & Tablet
    • Modul Wear OS
    • Modul Android TV
    • Modul Glass
    Pilih modul untuk perangkat yang diinginkan, lalu klik Next.
  3. Pada formulir Configure your new module, masukkan detail berikut:
    • Application Name: Nama ini digunakan sebagai judul ikon peluncur aplikasi untuk modul baru.
    • Module Name: Teks ini digunakan sebagai nama folder tempat kode sumber dan file resource ditampilkan.
    • Package Name: Ini adalah namespace Java untuk kode dalam modul. Namespace ini ditambahkan sebagai atribut package dalam file manifes Android modul.
    • Minimum SDK: Setelan ini menunjukkan versi terendah platform Android yang didukung modul aplikasi. Nilai ini menetapkan atribut minSdkVersion dalam file build.gradle, yang dapat diedit nanti.

    Lalu klik Berikutnya.

  4. Bergantung pada modul perangkat yang dipilih, halaman berikut menampilkan pilihan template kode yang sesuai dan dapat dipilih untuk digunakan sebagai aktivitas utama. Klik template aktivitas yang ingin digunakan untuk memulai, lalu klik Next. Jika Anda tidak memerlukan aktivitas, klik Add No Activity, lalu Finish, dan selesai.
  5. Jika Anda memilih template aktivitas, masukkan setelan untuk aktivitas di halaman Customize the Activity. Sebagian besar template meminta Activity Name, Layout Name, Title, dan Source Language, tetapi setiap template memiliki setelan khusus aktivitas. Klik Finish. Jika membuat modul aplikasi dengan template aktivitas, Anda dapat langsung menjalankan dan menguji modul tersebut di perangkat.

Android Studio membuat semua file yang diperlukan untuk modul baru tersebut dan menyinkronkan project dengan file gradle modul baru. Menambahkan modul untuk perangkat baru juga akan menambahkan dependensi yang diperlukan bagi perangkat target ke file build modul tersebut.

Setelah sinkronisasi project Gradle selesai, modul baru akan muncul pada jendela Project di sebelah kiri. Jika Anda tidak melihat folder modul baru tersebut, pastikan jendela menampilkan tampilan Android.

Mengimpor modul

Untuk mengimpor modul yang ada ke dalam project Anda, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Klik File > New > Import Module.
  2. Dalam kotak Source directory, ketik atau pilih direktori modul yang ingin diimpor:
    • Jika Anda mengimpor satu modul, tentukan direktori utamanya.
    • Jika Anda mengimpor beberapa modul dari sebuah project, tentukan folder projectnya. Untuk setiap modul di dalam folder, kotak akan muncul dan menunjukkan Source location serta Module name. Pastikan kotak Import dicentang untuk setiap modul yang ingin diimpor.
    Jika modul Anda memiliki dependensi lain, dependensi tersebut akan dicantumkan untuk diimpor di bagian Additional required modules.
  3. Ketik nama modul yang diinginkan di kolom Module name.
  4. Klik Finish.

Setelah diimpor, modul akan muncul di jendela Project di sebelah kiri.

Langkah berikutnya

Setelah menambahkan modul baru, Anda dapat mengubah resource dan kode modul, mengonfigurasi setelan build modul, dan mem-build modul. Anda juga dapat menjalankan dan men-debug modul seperti aplikasi lainnya.

Anda juga perlu menambahkan kode dan resource agar dapat mendukung perangkat baru dengan benar. Untuk informasi selengkapnya tentang cara mengembangkan modul aplikasi untuk berbagai jenis perangkat, baca dokumentasi terkait:

Saat mengembangkan modul baru, Anda mungkin membuat kode independen perangkat yang sudah ada duplikatnya dalam modul aplikasi lain. Pertimbangkan untuk memindahkan kode bersama ke modul library dan menambahkan library sebagai dependensi ke modul aplikasi, bukan mempertahankan kode duplikat. Untuk informasi selengkapnya tentang membuat modul library dan menambahkannya sebagai dependensi, baca Membuat Library Android.